Evaluasi dan Monitoring Lembaga Adat Melayu Pedekik Oleh LAMR Kecamatan

Kegiatan Desa – Lembaga Adat Melayu Riau Desa Pedekik kedatangan Tokoh adat melayu dari Kecamatan Bengkalis pada pagi Rabu (20/12/2017). Kunjungan LAM kecamatan Bengkalis tersebut merupakan kegiatan sosialisasi, monitoring dan evaluasi kepada LAM tingkat Desa.

Acara yang di pusatkan di gedung PAUD Desa Pedekik tersebut di hadiri oleh Tokoh-tokoh adat melayu desa serta anggota Lembaga Adat Desa. Tidak hanya itu, tokoh masyarakat desa Pedekik dari berbagai Dusun dan lintas etnis juga ikut serta mengikuti kegiatan Sosialisasi tersebut.

Adalah bapak H. Zainuddin selaku Tokoh adat Melayu Kecamatan Bengkalis dalam sambutannya menyampaikan pentingnya melestarikan dan membudayakan kebudayaan Melayu di Negeri Junjungan ini. Hal itu perlu di bangkitkan kembali karena budaya dan adat-istiadat melayu sedikit banyak mulai terkikis dengan efek pesatnya perkembangan zaman dan teknologi.

“Kita sebagai orang Melayu terkadang masih banyak ditemukan kesalahan atau kekeliruan dalam mengadakan upacara adat Melayu sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kita belum menguasai adat melayu sepenuhnya, dan ini perlu di perbaiki,” Sambut H. Zainuddin selaku pemangku adat Tokoh Melayu Bengkalis.

“Untuk itu kami dari LAM Kecamatan Bengkalis selalu mengadakan kegiatan pembinaan dengan cara berkeliling atau bergilir ke desa-desa. Kegiatan ini juga untuk menggerakkan Lembaga Adat Melayu yang ada di desa agar mereka bisa aktif mengadakan kegiatan yang sifatnya berkaitan dengan adat dan budaya melayu,” Lanjutnya.

Sementara itu dalam sambutannya beliau juga menyampaikan agar LAM desa bekerjasama dengan Pemerintah Desa. Menurutnya LAM Desa boleh mengusulkan anggaran ke desa untuk kegiatan pengembangan kebudayaan di desa masing-masing. Hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku, dimana LAM di desa dibentuk oleh Pemerintah Daerah dan sumber pendanaanya bisa dari APBN, APBD dan APBDes.

Kepala Desa Pedekik, Drs. Jansuar Hamzah mengucapkan banyak terima kasih kepada Tokoh LAM kecamatan yang sudi meluangkan waktunya datang ke desa Pedekik. Dengan kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan LAM desa bisa lebih maksimal dalam pengembangan dan pelestarian kebudayaan di desa.

“Kami harap kepada LAM desa agar bisa mengambil manfaat dengan kegiatan sosialisasi ini. Bagaimanapun kita harus lebih banyak lagi belajar tentang adat dan budaya melayu. Ini kesempatan yang baik. Jadi mari kita manfaatkan sebaik-baiknya,” Sambut Kades.

Di akhir sesi acara, di tampilkan audiovisual tentang pengetahuan budaya melayu yang umum terjadi di Bengkalis. Terutama saat upacara adat perkawinan. Sambil melihat melalui layar monitor tentang tatacara adat melayu, juga di pandu secara lisan oleh Ketua LAMR Desa Pedekik, Bapak Drs. Mahadar.

Kegiatan monitoring dan evaluasi LAM kecamatan Bengkalis di desa Pedekik berakhir sekitar pukul 11.00 Wib. (pdk)

Berita Lainnya

Beri Komentar