TOPOGRAFI DAN DEMOGRAFI

Desa Pedekik secara umum terdiri dari dataran yang berada pada ketinggian sekitar 3,5 meter dari permukaan laut (Mdpl). Keadaan tekstur tanahnya sebagian merupakan lempungan berwarna abu-abu dan sebagian lagi wilayah gambut berwarna coklat.

Adapun luas desa Pedekik lebih kurang 2050 Hektar yang mayoritasnya merupakan wilayah perkebunan dengan jenis tanaman karet dan sawit. Selebihnya adalah wilayah pemukiman dengan luas sekitar 241,5 Hektar. Sementara wilayah Dusun terluas berada di Dusun III dan IV.

Secara geografis desa Pedekik terletak pada kordinat 102,118761 Bujur Timur dan 1,516449 Lintang Utara yang wilayah admisitratifnya berbatasan dengan :

  • Sebelah Utara Desa Jangkang
  • Sebelah Selatan Desa Kelapapati
  • Sebelah Timur Desa Wonosari
  • Sebelah Barat Desa Pangkalan Batang

Jarak Desa Pedekik ke Ibukota Kecamatan lebih kurang 10 Km yang bisa ditempuh dalam waktu 15 menit menggunakan kendaraan bermotor. Sedangkan jarak menuju ke Ibukota Kabupaten lebih kurang 5 Km dengan waktu tempuh rata-rata sekitar 7 menit. Sehingga keberadaan desa Pedekik ini masih terbilang berada di pinggiran Kota Kabupaten.

Dari sisi demografis Desa Pedekik memiliki penduduk dengan jumlah 2556 jiwa yang terdiri dari 1316 orang laki-laki dan 1240 orang perempuan yang tergabung dalam 695 Kepala Keluarga (KK). Kepadatan penduduk saat ini tercatat 124 jiwa per Km2 dengan persentase perkembangan penduduk dari tahun lalu sebesar 1,39%.

Untuk penyebaran penduduk terbanyak berada di Dusun II Pedekik Tengah. Sebaran penduduk per wilayah dusun bisa dilihat pada tabel dibawah :

No

Wilayah

Jumlah

1

Dusun I Pedekik Laut

624 jiwa

2

Dusun II Pedekik Tengah

803 jiwa

3

Dusun III Pedekik Darat

564 jiwa

4

Dusun IV Kelapasari

565 jiwa


SOSIAL BUDAYA

Masyarakat pedekik mayoritas beretnis Jawa. Dan urutan kedua terbanyak di tempati etnis Melayu. Namun begitu ada juga etnis atau suku lainnya yang tinggal di Desa ini walaupun tidak banyak. Jadi penduduk atau warga Pedekik pada dasarnya sudah heterogen. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel suku atau etnis berikut :

Walaupun penduduknya banyak orang Jawa akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari, secara umum masyarakat Pedekik justeru lebih kental dengan adat dan budaya Melayu. Baik itu dalam berkomunikasi, pergaulan sehari-hari, adat istiadat perkawinan, kenduri dan lain-lain.

Hal ini mungkin disebabkan karena Pulau Bengkalis dahulu merupakan wilayah Kerajaan Melayu Siak. Disamping itu yang terlebih dahulu menempati Pulau Bengkalis umumnya dan sebagian wilayah desa Pedekik khususnya adalah suku Melayu. Namun demikian adat istiadat dan budaya Jawa tetap masih kelihatan dalam berbagai hal khususnya di wilayah Dusun II, III dan IV yang warganya mayoritas etnis Jawa.

Ada satu budaya unik masyarakat Desa Pedekik yang cukup terkenal di pulau Bengkalis yaitu budaya “Bara’an” ketika datang Hari Raya Idul Fitri. Dimana setiap warga secara bergiliran mendatangi setiap rumah penduduk untuk bersilaturrahmi dan bermaaf-maafan tanpa terkecuali.

Setiap rumah yang mendapat giliran akan menyediakan makanan khas Lebaran yaitu ketupat disertai dengan berbagai macam lauk pauk dan berbagai jenis minuman. Karena banyaknya rumah yang dikunjungi, acara ini berlangsung minimal lima hari berturut-turut.

Sementara dari sisi social keagamaan Desa Pedekik sangat kental dengan nuansa agama islam. Karena dari 2556 jumlah penduduknya, 2385 jiwa beragama islam dan beberapa persen sisanya beragama Kong Hu Chu.