Nasi Tumpeng, Jadi Saksi Perpisahan Mahasiswa Kukerta UNRI Dengan Masyarakat Pedekik

Pedekik – Setelah lebih kurang dua bulan melaksanakan tugas belajar di lapangan, para mahasiswa Kukerta UNRI 2017 yang mengabdi di Desa Pedekik kini bersiap untuk kembali ke kampusnya di Pekanbaru.

Sejak kedatangan mereka sekitar awal Juli lalu, banyak kegiatan yang telah dilaksanakan bersama masyarakat. Mereka telah membaur dengan masyarakat dan bergaul akrab layaknya warga Pedekik asli.

Kegiatan kuliah lapangan yang dilakukan para mahasiswa ini merupakan bentuk pengabdian nyata ditengah-tengah masyarakat dari berbagai golongan. Baik dengan kalangan ibu-ibu, pemuda dan juga anak-anak sekolah yang ada di Pedekik.

Tepat pada hari Kamis (7/9/2017) secara resmi tugas belajar mereka di Pedekik telah berakhir. Yang di akhiri dengan acara perpisahan di aula gedung Serbaguna Kantor Desa Pedekik antara mahasiswa dengan Pemerintah Desa dan masyarakat.

Dalam acara yang dimulai dengan pembacaan do’a oleh Bapak Khaironi sekitar pukul 14.00 Wib tersebut, dihadiri oleh para tamu undangan, tokoh masyarakat, pemuda desa, dan masyarakat umum lainnya.

Diawal acara Bapak Drs. Jansuar Hamzah selaku Kepala Desa Pedekik memberikan sambutan singkat dan pesan kepada para mahasiswa. Dikarenakan beliau ada tugas penting lainnya di Kabupaten sehingga tidak bisa mengikuti acara perpisahan tersebut hingga usai.

Pada kesempatan itu Bapak Abdul syukur, SH sebagai perwakilan dari masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan kepada mahasiswa yang akan meninggalkan Desa pedekik beberapa hari lagi.

Adik-adik mahasiswa, apa yang kalian peroleh di kampus dan juga yang kalian dapat dengan kuliah nyata ini, belum tentu sama ketika adik-adik benar-benar terjun di masyarakat nantinya. Bahkan mungkin akan jauh berbeda antara teori yang adik-adik dapat dengan kenyataan yang ada dilapangan. Untuk itu terus lah belajar dan belajar tanpa jemu,” pesan bapak Abdul Syukur, SH.

Selain itu juga diberikan kesempatan kepada Ketua Karang Taruna Muda Karya yang diwakili oleh saudara Rahmat Dasuki untuk memberikan kata-kata perpisahan atas nama Pemuda Desa pedekik yang selama ini telah bekerjasama dengan para Mahasiswa dalam berbagai kegiatan.

Kami atas nama pemuda mengucapkan banyak terima kasih kepada kawan-kawan mahasiswa yang selama ini telah banyak membantu di berbagai bidang kegiatan di desa kami. Baik itu terhadap kalangan pemuda sendiri maupun dengan masyarakat lainnya,” ujar Rahmad di awal sambutannya.

Selanjutnya acara perpisahan ini di isi dengan menampilkan dokumentasi audiovisual dari berbagai kegiatan mahasiswa selama tugas belajar lapangan mereka di desa Pedekik.

Setelah itu dilakukan saling bertukar cendera mata antara mahasiswa dengan pemerintah Desa Pedekik. Dari mahasiswa telah memberikan prasasti cantik sebagai bukti pengabdian mereka di desa ini. Sementara dari pihak Pemdes Pedekik juga menyerahkan kenang-kenangan berupa Miniatur Tugu Pahlawan yang memang telah menjadi icon Desa Pedekik selama ini.

Dan sebagai penutup acara diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng yang sekaligus menjadi saksi dalam perpisahan ini. Diberikan kehormatan kepada Bapak Ahmadi mantan Pj. Kades Pedekik untuk melakukan pemotongan nasi tumpeng pertama kali. Karena saat awal kedatangan 12 orang mahasiswa Kukerta UNRI ini masih dalam masa jabatan beliau. Selanjutnya di ikuti oleh Sekretaris Desa, Ketua BPD, Tokoh Masyarakat dan Ketua Karang Taruna.

Sebelum benar-benar berpisah, para mahasiswa mengabadikan moment-moment penuh makna ini dengan melakukan photo-photo bersama masyarakat dan para perangkat desa. (pdk)

Berita Lainnya

Beri Komentar