Pemuda Pedekik Adakan Kenduri Kenegaraan Sempena HUT RI Ke- 71

Menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-71, Ikatan Pemuda Dusun Dua (IPDA) Desa Pedekik, Bengkalis menaja acara Kenduri Kenegaraan. Acara perdana yang bertempat di Mts Nurul Jadid ini dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis Amrizal, M.Ag pada Sabtu 20 Agustus 2016 malam.

Ketua panitia pelaksana Muhammad Farhan dalam sambutannya mengatakan “Acara kenduri kenegaraan ini merupakan salah satu rangkaian memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-71. Kewajiban bagi kita semua meneruskan perjuangan para pahlawan dengan hal-hal yang positif sehingga cita-cita luhur mereka dapat diwujudkan secara bersama.  Agar menjadi bangsa yang maju dan besar mestilah bekerja keras. Menjadi warga negara hendaklah tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan yang telah berkorban nyawa dan harta. Latar belakang inilah sebagai komitmen kami untuk menggelar kenduri kenegaraan malam ini,” ungkap Muhammad Farhan yang qori Bengkalis ini penuh semangat.

Farhan melanjutkan bahwa tujuan dari dilaksanakannya acara ini adalah untuk menanamkan rasa nasionalisme dalam diri pemuda, “Menanamkan rasa kecintaan terhadap tanah air, menjalankan program kerja dari Ikatan Pemuda Dusun Dua, serta sebagai napak tilas untuk mengenang kembali sejarah perjuangan yang pernah terjadi di Desa Pedekik dahulunya,” tambah Muhammad Farhan yang juara II Lagu Melayu di TVRI Pusat beberapa waktu silam serta juara qasidah tingkat nasional di Kendari tahun 2015 lalu.

Sementara itu, Rahmat Dasuki Ketua IPDA dalam sambutannya pula menuturkan “Tujuh belas Agustus bukanlah sekadar angka tanpa makna yang menjadi slogan kemerdekaan. Bukan pula sekadar kalimat biasa yang sering kita ucapkan, tetapi sebuah makna yang selalu kita jumpai setiap tahun. Sekarang negara kita telah memasuki ke usia 71 tahun kemerdekaan. Namun apakah kita sadar, kemerdekaan Indonesia hari ini bahwa ada kelalaian kita atas amanah para pejuang terdahulu agar kita bisa memaknai arti kemerdekaan ini dengan mengisi dan melanjutkan cita-cita luhur mereka,” ungkap Rahmad Dasuki.

kenduri-kenegaraan

“Untuk itu, mari kita berbenah diri, mari kita bersatu padu untuk melanjutkan cita-cita luhur para pejuang pahlawan kita sehingga tetes darah mereka tidak sia-sia. Wujudkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan partisisme antara sesama kita guna mencapai sebuah kedaulatan dan menjunjung tinggi Pancasila,” ajak Rahmad Dasuki.

“Acara malam ini yang dimotori oleh pemuda kita sebagai tanda kebangkitan para pemuda kita saat ini. Kegiatan perdana kenduri kenegaraan ini perlu diberikan motivasi sehingga mereka para pemuda bisa berbuat lebih banyak sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak baik. Melalui acara yang digelar malam ini juga kita dapat menyaksikan beberapa peninggalan sejarah pedang yang digunakan dalam berjuang berperang melawan Belanda serta sebuah sepeda ontel saksi berbicara kepada kita semuanya,” kata Pj. Kades melalui Sekretaris Desa Pedekik.

Sekdes Pedekik mengajak kepada seluruh undangan yang hadir untuk mengirimkan doa buat para pejuang kemerdekaan khususnya di Desa Pedekik,”Mari kita lanjutkan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi terbaik yang telah dan akan kita persembahkan,” tutup Sekretaris Desa Pedekik.

Setelah kata sambutan, kenduri kenegaraan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dipimpin oleh Ketua MUI Amrizal, dan pembacaan doa dipandu oleh H. Ahmad Mawardi yang diamini sekitar 400an undangan yang duduk bersilo.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkalis Amrizal, sesaat setelah selesainya acara kepada KR mengatakan “Saya sangat mengapresiasikan kegiatan ini karena memiliki nilai positif yang banyak terutama dalam memperkenalkan sejarah perjuangan di Desa Pedekik ini. Kegiatan ini sangat langka digelar sehingga dengan ini menjadikan anak-anak muda mengetahui sejarah perjuangan di daerah tempat tinggal mereka, bisa membangkitkan semangat dan gelora perjuangan yang ada dalam diri mereka masing-masing,” tutur Amrizal.

“Pemerintah sebaiknya mengadopsi kegiatan seperti ini untuk digelar dalam skop yang lebih besar lagi paling tidak di level kabupaten Bengkalis. Hadirkan pelaku sejarah yang ada untuk bercerita kepada generasi muda tentang sejarah perjuangan yang terjadi di Kabupaten Bengkalis pada masa penjajahan silam.  Anak-anak muda Bengkalis hari ini banyak yang tidak tahu sejarah perjuangan yang pernah terjadi di masa lampau. Melalui kegiatan seperti ini paling tidak mereka menjadi tahu sehingga pengetahuan mereka bertambah. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah,” kata Amrizal, M.Ag.

Sumber : koranriau.net

Berita Lainnya

Beri Komentar