Peringatan Tahun Baru 1439H Pedekik Bersamaan Penutupan Suluk Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah

Pedekik – Dalam rangka menyambut Tahun baru 1439 Hijriyah di berbagai tempat banyak diadakan acara-acara keagamaan seperti pengajian. Di desa Pedekik peringatan menyambut Tahun Baru Islam 1439 H salah satunya diadakan di Mesjid Sabilillah.

Sebelumnya pengurus Mesjid sabilillah Pedekik mengadakan kegiatan Suluk bagi pengikut Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah selama 10 hari yang di mulai sejak 1 Muharram 1439 H tersebut.

Kegiatan itu di ikuti lebih kurang 50 orang peserta bapak-bapak dan ibu-ibu anggota Thoriqoh yang berpusat di Mesjid tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari desa Pedekik saja, melainkan ada yang datang dari daerah luar Bengkalis. Seperti dari Desa Simpang Ayam, dari pulau Rupat dan lain-lain.

Setelah 10 hari mengadakan Riyadloh dan menghidupkan amalan-amalan zikir sembari I’tikaf di Mesjid, ibadah suluk tersebut di khatami dengan mengadakan pengajian atau ceramah agama sekaligus di gabungkan dengan peringatan menyambut Tahun Baru 1439 H masyarakat Desa Pedekik.

Acara pengajian serta khataman Suluk Thoriqoh Naqsabandiyah yang diadakan pada Sabtu Malam Minggu (30/09/2017) tersebut di awali dengan pembacaan Tahlil dan Do’a sebelum tiba waktu Maghrib. Setelah Sholat Maghrib berjamaah di lanjutkan dengan kenduri dan makan bersama. Baru setelah Ba’da Isya peringatan Tahun Baru Islam dimulai.

Hadir pada malam itu para tamu undangan serta masyarakat desa Pedekik memenuhi ruangan Mesjid Sabilillah untuk mengikuti ceramah agama yang di sampaikan oleh ustadz Baharuddin Ashuri, SHI dari Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis.

Sebelumnya, acara dibuka dengan pembacaan Ayat suci Al Qur’an oleh Saudara Jamaludin. Kata sambutan Pengurus mesjid Sabilillah di sampaikan oleh Bapak H. Abdul Hamid. Beliau sangat bersyukur dengan diadakannya kegiatan Suluk oleh Jamaah Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Desa Pedekik.

“Kita sangat bersyukur sekali karena bisa berkumpul dengan orang-orang tua kita yang sholeh-sholeh. Kesempatan seperti ini sangat bagus sekali. Apalagi mereka habis melaksanakan Riyadloh dan amalan-amalan zikir,” ujar pak Drs. Abd. Hamid.

Sementara itu penceramah Bapak Baharuddin Ashuri menyampaikan materi seputar Tauhid, Hidayah dan perjuangan Nabi dalam berdakwah menyebarkan agama Islam serta perjalanan hijrah Nabi Muhammad Sollallohu ‘Alaihi Wasallam.

Sekitar pukul 22.00 Wib acara berakhir dan ditutup dengan pembacaan Do’a. Selanjutnya masyarakat menyantap hidangan ‘Ambeng’ secara bersama-sama. (pdk)

Berita Lainnya

Beri Komentar