Program Desa Peradaban Bisa Jadi Percontohan Nasional

Nasional – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) meresmikan program Desa Peradaban di seluruh Jabar pekan kemarin.

Program yang bertujuan untuk mendongkrak posisi desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi tersebut kali ini menyasar 150 desa di empat wilayah di Jawa Barat. Desa-desa tersebut, seperti yang telah ditetapkan, akan mendapat suntikan dana sebesar Rp 1 miliar.

“Alhamdulillah program ini akan dijadikan contoh bagi daerah lainnya oleh pemerintah pusat,” jelas Heryawan dalam peresmian Program Desa Peradaban, yang secara simbolis dilakukan di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Aher mengatakan soal infrastrukturnya rata-rata sudah berjalan 80 sampai 90 persen. Sementara untuk sisanya, akan digabungkan dengan swadaya masyarakat.

“Jadi program ini selain bertujuan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, desa juga harus jadi pelestari kehidupan gotong-royong. Nah jadi peran swadaya ini bagian dari gotong-royong,” kata dia menjelaskan.

Meski program ini mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat, untuk tahun depan belum akan dilanjutkan. Program ini akan diganti dengan bantuan Rp 100 juta untuk semua desa yang ada di Jabar, yakni 5.304 desa.

“Dengan alasan pemerataan agar semua desa kebagian, ya tahun depan Rp 100 juta untuk semua desa, kalau Rp 1 miliar lagi yang kebagian cuma sedikit desanya. Namun program desa peradaban tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan lagi, lihat anggarannya nanti,” paparnya.

Pada kesempatan itu juga Aher menyerahkan bantuan “rutilahu”. Bantuan pembangunan untuk rumah agar layak huni itu diberikan ke 1.000 unit rumah di 17 Kabupaten/Kota. “Masing-masing unit nilainya Rp 10 juta,” ujarnya.

Dibagi dalam 4 wilayah

Program Desa Peradaban kali ini dibagi ke dalam 4 wilayah. Di antaranya Bogor (Bogor, Cianjur, dan Sukabumi), Cirebon (Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Majalengka), Purwakarta (Subang, Purwakarta, Karawang, dan Bekasi), dan Priangan (Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Ciamis, Bandung, Bandung Barat, dan Banjar).

Berikut perincian pembagian alokasi pendanaan di masing-masing wilayah:

Di wilayah Bogor ada 32 desa. Alokasi dana di wilayah ini sebanyak Rp 18,03 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan alokasi untuk pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes senilai Rp 11,56 miliar.

Di wilayah Cirebon ada 39 desa. Alokasi dana di wilayah ini sebanyak Rp 28,88 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan alokasi untuk pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes senilai Rp 7,18 miliar.

Di wilayah Purwakarta ada 25 desa. Alokasi dana di wilayah ini sebanyak Rp 16,90 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan alokasi untuk pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes senilai Rp 6,22 miliar.

Di wilayah Priangan ada 54 desa. Alokasi dana di wilayah ini sebanyak Rp 36,66 miliar untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan alokasi untuk pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes senilai Rp 13,34 miliar
______________

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengapresiasi kehadiran Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo yang siap menampung masukan dari pemerintah provinsi Jabar. Selain itu, Heryawan pun berterima kasih karena Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan menjadikan program desa di Jawa Barat sebagai percontohan.

“(Indikatornya) ketika lomba desa tingkat nasional, Jabar rata-rata masuk sepuluh besar. Tahun ini masuk tiga besar. Jadi Alhamdulillah banyak perkembangan di lapangan dan ini bukti kerja para kepala desa, kabupaten/kota dan BPMPD Provinsi Jawa Barat,” kata Heryawan, seusai mengantar Menteri Eko, di Gedung Pakuan, Jumat 12 Agustus 2016.

Menurut dia, salah satu contoh program desa di Jawa Barat yang akan dilirik oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Tramigrasi adalah program Desa Peradaban yang telah dilaksanakan di sekitar 300 desa.

“Pak Menteri juga ingin merancang desa itu menjadi pusat komoditas, khususnya pertanian. Jadi nanti itu satu desa satu komoditas unggulan tertentu,” kata dia.

Ia menambahkan, dengan konsep tersebut desa-desa akan lebih berhasil dan berkembang.

Sumber : Dari berbagai sumber

Berita Lainnya

Beri Komentar