Puskesmas Bengkalis Taja Kegiatan Sosialisasi Virus HIV dan IMS di Pemdes Pedekik

Pedekik – UPT Puskesmas kecamatan Bengkalis melaksanakan kegiatan sosialisasi Infeksi Menular Seksual dan virus HIV kepada masyarakat guna pendeteksian awal dan menghambat peningkatan penderita aids di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan ini dipusatkan di lantai 2 aula gedung pertemuan kantor Desa Pedekik kecamatan Bengkalis pada Rabu (15/11/2017). Selain sosialisasi aids dan IMS, dalam kesempatan acara itu juga dilakukan pemeriksaan terhadap warga yang hadir.

Menurut salah seorang Dokter Puskesmas yang menjadi narasumber dalam acara itu, perkembangan hiv dan aids di Kabupaten Bengkalis khususnya dan di Riau umumnya cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan perlu tindakan yang serius bagi para praktisi kesehatan di Kabupaten ini.

Menelusuri sejarah perkembangan virus HIV di Riau, pertama kali ditemukan virus mematikan itu di Dumai pada tahun 1992. Hal ini terus mengalami peningkatan secara perlahan. Dan sekitar awal 2000an keatas, penderita penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut semakin tinggi.

Berdasarkan data yang disampaikan praktisi kesehatan Bengkalis itu, hingga periode Februari 2017 di Kabupaten Bengkalis terdapat 372 kasus HIV. Sementara penderita Aids positif mencapai 61 orang dan 53 diantaranya meninggal dunia.

“Untuk itulah kami perlu melakukan kegiatan sosialisasi ini kepada masyarakat, karena kita cukup prihatin. Perkembangan virus HIV di Provinsi Riau, kabupaten Bengkalis berada di urutan nomor 2. Dan penderita aids yang ada di Riau, Kabupaten kita menempati urutan ke – 4 paling banyak,” papar Dokter Puskesmas itu.

Kepala Desa Pedekik Drs. Jansuar Hamzah selaku tuan rumah dari kegiatan sosialisasi IMS ini menyambut baik kedatangan praktisi dari Puskesmas Bengkalis tersebut. Beliau menyampaikan agar kita selalu waspada terhadap perkembangan penyakit menular itu.

“Penyakit ini sangat mematikan, penderitanya akan mengalami penurunan kekebalan tubuh secara berkesinambungan sampai akhirnya meninggal dunia. Oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada ibu-ibu dari Puskesmas Bengkalis yang sudi memberikan pencerahan kepada warga kami,” ujar pak Kades dalam sambutannya.

Senada dengan Kepala desa, Ketua BPD Pedekik Bapak Zainal Bahri juga sangat mengapresiasi acara sosialisasi HIV yang dihadiri masyarakat Desa Pedekik serta aparatur desa pada pagi tersebut.

“Penyakit ini diklaim belum ada obatnya. Jadi kita masyarakat memang perlu di ingatkan. Sebenarnya obat yang paling mujarab bagi virus mematikan ini adalah pendidikan agama. Oleh karena itu mari kita tingkatkan iman kita serta moral yang baik setiap saat,” terang Ketua BPD.

Tidak hanya melakukan sosialisasi, petugas dari Puskesmas Bengkalis ini juga memfasilitasi pemeriksaan dini terhadap masyarakat yang dilakukan setelah acara sosialisasi.

Masih berdasarkan paparan yang di sampaikan dokter puskesmas Bengkalis itu, bahwa di Kabupaten Bengkalis perkembangan tertinggi untuk penyebaran dan populasi aids terdapat di Kecamatan Mandau. Dan jumlah penderita yang meninggal dunia sudah terjadi 11 orang.

Namun begitu penyakit berbahaya ini tidak menular melalui makanan atau udara sebagaimana umumnya penyakit menular lainnya. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu menjadi sangat ketakutan walaupun sifatnya menular. Karena ia hanya ditularkan memalui hubungan intim. (evo)

Berita Lainnya

Beri Komentar