Selamat Jalan Mbah Buang, Pahlawan Perang Sosoh Pedekik 1949

Pedekik – Masyarakat Desa Pedekik telah berduka karena kehilangan seorang tokoh pejuang yang menjadi saksi sejarah Perang Sosoh yang pernah terjadi di Desa Pedekik pada tahun 1949. Beliau adalah Mbah Tugiman atau yang lebih dikenal dengan Mbah Buang.

Mbah Buang dipanggil ke Pangkuan Allah SWT pada hari Kamis, 19 Juli 2018 pada pukul 04.15 dalam usia 98 Tahun. Beliau meninggalkan 1 orang isteri, 2 orang anak, 13 cucu dan 13 ciciet. Jenazahnya di makamkan di TPU Desa Selatbaru Kecamatan Bantan, yang menjadi tempat tinggalnya selama ini.

Dengan meninggalnya Pahlawan Perang Sosoh ini, otomatis Pemerintahan Desa Pedekik beserta masyarakat sangat kehilangan saksi sejarah satu-satunya yang ikut berjuang waktu itu. Sehingga tidak ada lagi narasumber yang bisa dijadikan sebagai rujukan untuk mengenang peristiwa bersejarah yang sangat monumental bagi masyarakat Pedekik.

Pemerintah Desa Pedekik beserta beberapa perwakilan masyarakat desa telah berkunjung ke rumah duka di Selatbaru untuk bertakziyah sekaligus mengadakan pembacaan Tahlil dan Do’a di pusara beliau.

“Kami mewakili masyarakat Desa Pedekik turut berduka sedalam-dalamnya, atas kepergian Mbah Buang. Jasa Almarhum akan selalu kami kenang. Kami juga sedang berusaha menyusun Buku Sejarah Desa, yang mungkin nanti bisa kami antar ke sini agar keluarga Almarhum bisa ikut membantu mengoreksi,” ujar Drs. Jansuar kepada Ahli waris.

Kepala Desa juga menyampaikan bahwa pihak desa sangat berterima kasih kepada Almarhum, dimana dengan kondisi beliau yang sudah tua bersedia datang ketika diundang pada acara Kenduri Kenegaraan tahun 2017 lalu.

Dengan ‘berpulang’ nya tokoh sejarah Perang Sosoh Pedekik ini, kegiatan Malam Kenduri Kenegaraan tahun ini jelas terasa sedikit hampa, karena sang Pahlawan sudah tidak bisa bersama lagi. (pdk)

Berita Lainnya

1 Comment

  • Posted 26/07/2018

    desnitawindi

    Mohon maaf admin, ada sedikit kesalahan mengenai keluarga yg di tinggalkAn oleh almarhum mbah tugiman.
    Beliau meninggalkan 2orang anak, 13 cucu, dan 13 cicit. Terimakasih

Beri Komentar