Sosialisasi Tugas Dan Fungsi RT RW di Lingkungan Pemdes Pedekik

Pedekik – Pemerintahan Desa saat ini di tuntut untuk lebih maju dalam segala bidang. Baik itu pembangunan, Sumber Daya Manusia, Manajerial dan tak ketinggalan juga tertib administrasi tentunya. Dalam upaya mewujudkan pemerintahan desa yang tertib administrasi tersebut, Pemdes Pedekik mengadakan sosialisasi sekaligus pengarahan dan bimbingan kepada RT RW untuk meningkatkan pemahaman dan tanggung jawab sebagai Kelembagaan desa dalam melaksanakan tugasnya.

Acara yang dipusatkan di aula gedung serbaguna Desa Pedekik tersebut di hadiri oleh semua aparat RT RW, BPD dan perangkat desa. Sebagai narasumber di motori oleh Sekdes Pedekik, Pj Kepala Desa serta anggota BPD. Dalam keempatan ini Sekretaris Desa Maskur, SH sangat menekankan kepada RT agar benar-benar menjalankan apa yang sudah di tugaskan kepada RT dan RW. Khususnya terkait dengan SPJ dana operasional RT dan RW yang sudah di aloksikan kepada setiap RT.

Sementara itu narasumber dari pihak BPD meminta kepada para RT agar mencatat segala kejadian penting di lingkungan RT masing-masing. Karena RT merupakan pimpinan tertinggi di wilayahnya. Sehingga siapapun yang akan berurusan di wilayah RT tersebut sudah seharusnya menghubungi Ketua RT terlebih dahulu. Misalnya saja, jika pihak kepolisian akan membawa salah seorang warga yang menjadi tersangka, maka ketua RT lah yang akan di hubungi terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.

Adapun dasar dari pemerintahan desa dalam melaksanakan sosialisasi tupoksi RT dan RW tersebut adalah Permendagri No. 5 Tahun 2007 tentang Kelembagaan Desa. Dimana di situ disebutkan bahwa tugas dari RT adalah membantu Pemerintah Desa dan Lurah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Dan dalam melaksanakan tugas tersebut, RT RW memiliki fungsi antara lain :

  1. pendataan kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan lainnya;
  2. pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga;
  3. pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan mengembangkan aspirasi dan swadaya murni masyarakat; dan
  4. penggerak swadaya gotong royong dan partisipasi masyarakat di wilayahnya.

 

Berita Lainnya

Beri Komentar